Skip to main content
x
Lingkungan
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto

Anak SD Jadi Bandar Sabu, Salah Siapa?

Dutawarta.com - Seorang bocah SD menjadi bandar sabu di Makassar. Bocah SD itu diduga menjual sabu pada temannya yang sudah SMP. Siapa salah?

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, apa yang dilakukan bocah SD itu tak lepas dari pengaruh orangtua, lingkungan dan teman-temannya. Untuk itu perlu ditelisik lebih jauh latar belakang bocah SD bandar sabu itu.

"Kami menyayangkan atas kejadian ini. Hemat saya perlu ditelusuri lebih jauh profile pengasuhannya seperti apa, lingkungannya seperti apa, pola bertemannya bagaimana. Ini penting untuk memposisikan kasus ini secara jelas," kata Susanto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/8/2018). 

Susanto menambahkan, pihaknya mengimbau orangtua dan sekolah meningkatkan deteksi dini dan pencegahan pada anak. 

"Agar anak tidak terpapar penyalahgunaan narkotika. Ini tak boleh terjadi. Masa depan anak-anak harus kita selamatkan," lanjut dia. 

Menurut Susanto, kasus bocah SD menjadi bandar sabu itu bukan yang pertama. "Ada (kasus serupa). Tapi lupa saya titik lokasinya," jawabnya. 

Sebelumnya diberitakan, seorang anak usia 14 tahun diamankan Polsek Tallo, Makassar setelah kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu di Jalan Panampu, Lorong II, kampung Gotong, Kecamatan Tallo. Bocah ini diamankan bersama 1 sachet sabu siap pakai. 

(Sumber: Detik.com)

Dibaca : 17Klik

Facebook comments