PWNU Bengkulu Bahas Program Strategis 2026, Pengajian Rutin Jadi Wadah Konsolidasi Organisasi
BENGKULU – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bengkulu kembali menggelar Pengajian Rutin yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi perkembangan lembaga dan Badan Otonom (Banom), Rabu malam (15/7/2026), di Kantor PWNU Bengkulu.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus menyatukan langkah organisasi dalam menjalankan berbagai program keumatan di Provinsi Bengkulu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriah PWNU Bengkulu KH. Hasbullah Achmad, Katib Syuriah KH. Aly Shodiq Ahmad, Wakil Ketua PWNU Wira Hadi Kusuma, Sekretaris H. Muhammad Soleh, Bendahara Zaidi Amran, jajaran Ketua Lembaga PWNU, serta para pengurus Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Provinsi Bengkulu.
Diawali Shalat Jenazah Ghaib dan Istighotsah
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat jenazah ghaib yang dipimpin oleh KH. Aly Shodiq Ahmad sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para ulama, tokoh Nahdlatul Ulama, serta warga nahdliyin yang telah wafat.
Suasana semakin khusyuk ketika seluruh peserta mengikuti pembacaan istighotsah dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan Nahdlatul Ulama, serta keberkahan bagi masyarakat Bengkulu.
Bedah Kitab Mafahim Jilid III
Agenda utama dilanjutkan dengan kajian Kitab Mafahim Jilid III yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Bengkulu, Ustadz Samsul Ma'arif, M.Ag.
Dalam kajian tersebut dibahas secara mendalam mengenai larangan ghibah (mengumpat) dalam perspektif Islam serta pentingnya menjaga lisan di tengah derasnya arus informasi dan media sosial.
Menurut Ustadz Samsul Ma'arif, menjaga kehormatan sesama manusia merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus terus dipraktikkan oleh setiap warga Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Wira Hadi Kusuma: Pengurus Harus Menjadi Penyambung Lidah Ulama
Kajian dipandu langsung oleh Wakil Ketua PWNU Bengkulu, Wira Hadi Kusuma, yang juga bertindak sebagai moderator.
Dalam pengantarnya, Wira menekankan bahwa seluruh pengurus NU memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan pesan-pesan ulama kepada masyarakat secara santun dan menyejukkan.
"Kajian malam ini menjadi cermin bagi kita semua. Menjaga lisan dari ghibah bukan hanya persoalan pribadi, tetapi menjadi benteng organisasi agar tidak mudah dipecah oleh narasi-narasi negatif. Mari kita bawa ilmu yang diperoleh malam ini untuk diterapkan di lembaga maupun Banom masing-masing," ujarnya.
Rais Syuriah: Pengurus NU Harus Menjadi Penyejuk Umat
Rais Syuriah PWNU Bengkulu, KH. Hasbullah Achmad, mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, terutama dalam menggunakan lisan maupun media sosial.
Menurutnya, warga Nahdlatul Ulama harus menjadi teladan dalam menciptakan suasana damai serta menghindari fitnah dan ghibah.
"Kajian mengenai larangan mengumpat ini menjadi pengingat bagi kita semua. Pengurus NU harus menjadi pelopor dalam mendinginkan suasana, bukan justru ikut menyebarkan kegaduhan. Keluhuran akhlak adalah identitas utama Ahlussunnah wal Jama'ah," tutur KH. Hasbullah.
KH. Aly Shodiq: Ilmu Harus Menjadi Gerakan Nyata
Sementara itu, Katib Syuriah PWNU Bengkulu, KH. Aly Shodiq Ahmad, menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh melalui pengajian harus diwujudkan dalam program kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar seluruh lembaga dan Banom dapat bergerak dalam satu visi.
"Pengajian dan koordinasi malam ini harus menjadi energi baru bagi seluruh Banom untuk terus hadir melayani umat. Ilmu yang kita pelajari harus diterjemahkan menjadi gerakan sosial dan dakwah yang nyata di tengah masyarakat," katanya.
Bahas Agenda Strategis PWNU Bengkulu
Usai kajian kitab, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi perkembangan lembaga dan Badan Otonom (Banom) PWNU Bengkulu.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya persiapan pelantikan PCNU Kabupaten Lebong, pelaksanaan Pendidikan Dasar PKPNU dan pelantikan PCNU Bengkulu Tengah, persiapan keberangkatan peserta menuju Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026, serta laporan perkembangan penerimaan peserta didik baru MTs Bilingual Ma'arif NU Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, PWNU Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menghadirkan program-program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat sesuai semangat "Merawat Jagat, Membangun Peradaban."

Facebook comments