Skip to main content
x
Rembuk Stunting Desa Banyumas Baru Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Rembuk Stunting Desa Banyumas Baru Perkuat Sinergi Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

BENGKULU UTARA,  Dutawarta.id – Pemerintah Desa Banyumas Baru, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, menggelar Rembuk Stunting Pencegahan dan Penanganan Stunting di Aula Desa Banyumas Baru, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting melalui langkah-langkah yang terencana dan berkelanjutan.

Rembuk stunting dihadiri Kepala Desa Banyumas Baru Bambang Hermanto beserta perangkat desa, Sekretaris Kecamatan Kerkap Hermansyah, S.AP., Bhabinkamtibmas F. Ranadi, Pendamping Desa Kecamatan Kerkap Insarwan, Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Lubuk Durian Tri Ananda, A.Md.Gz, Bidan Desa Erly Widyastuti, Tokoh Adat Sukirno, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Banyumas Baru, Bambang Hermanto, menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Stunting merupakan persoalan serius yang harus kita selesaikan bersama. Melalui rembuk stunting ini, kami berharap dapat merumuskan langkah-langkah nyata yang melibatkan seluruh unsur masyarakat agar anak-anak di Desa Banyumas Baru dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kerkap, Hermansyah, S.AP., menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

"Periode 1.000 HPK merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun," jelasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Bidan Desa Erly Widyastuti mengingatkan pentingnya upaya pencegahan stunting melalui penerapan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga. Ia menyampaikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan masyarakat, di antaranya rutin mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala, memenuhi kebutuhan protein hewani, membawa balita ke Posyandu setiap bulan, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Selain penyampaian materi, peserta juga melakukan pembahasan mengenai berbagai strategi percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Agenda rembuk meliputi pemetaan data balita stunting, evaluasi pelaksanaan program gizi yang telah berjalan, penyusunan rencana program intervensi tahun 2026, serta penguatan peran keluarga dalam penerapan pola asuh yang baik dan pemenuhan gizi anak.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pendamping desa, aparat keamanan, serta masyarakat untuk memastikan seluruh program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Banyumas Baru berharap hasil rembuk stunting ini mampu menjadi pedoman bersama dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih terarah sehingga angka stunting di desa dapat terus ditekan, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Dibaca : 4Klik

Facebook comments