Korban Tertipu Saat Booking Meja, Kampung Kecil Bengkulu Buka Suara
Bengkulu – Manajemen Kampung Kecil Resto Bengkulu melalui tim kuasa hukumnya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya dugaan penipuan yang mengatasnamakan restoran tersebut. Sejak Maret 2026, sejumlah pelanggan dilaporkan menjadi korban penipuan berkedok reservasi dan pemesanan restoran secara online.
Konsultan Hukum Kampung Kecil Bengkulu, Filip Jaya Saputra, mengatakan pelaku diduga memanfaatkan nomor telepon 0819-1831-1877, yang sebelumnya dikenal sebagai nomor resmi restoran. Nomor tersebut diketahui telah hilang dan diduga berada dalam penguasaan pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Sejak Maret 2026 hingga saat ini sudah banyak korban penipuan yang mengatasnamakan Resto Kampung Kecil. Berdasarkan informasi yang kami terima, total kerugian para korban diduga telah mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Filip dalam keterangan resminya.
Menurut Filip, modus yang digunakan pelaku diawali ketika calon pelanggan menghubungi nomor tersebut untuk melakukan reservasi atau pemesanan tempat. Pelaku kemudian mengirimkan pesan otomatis dan melanjutkan komunikasi layaknya petugas resmi restoran.
Setelah proses pemesanan disepakati, korban diminta melakukan pembayaran melalui barcode yang disebut sebagai kode booking atau biaya reservasi. Pelaku biasanya memberikan batas waktu tertentu agar korban segera melakukan transaksi tanpa sempat melakukan verifikasi lebih lanjut.
“Korban diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui barcode yang dikirimkan pelaku. Dalam beberapa kasus, korban diminta memasukkan PIN atau menyelesaikan transaksi dengan alasan untuk mengamankan reservasi,” jelasnya.
Akibat modus tersebut, sejumlah korban dilaporkan kehilangan sejumlah dana dari rekening mereka. Nominal kerugian yang dialami pun bervariasi, sementara rekening tujuan pembayaran yang digunakan pelaku diketahui berbeda-beda dan bukan merupakan rekening resmi milik Kampung Kecil.
Pihak Kampung Kecil menegaskan telah berulang kali mengumumkan melalui akun media sosial dan kanal informasi resmi mengenai hilangnya nomor telepon tersebut serta potensi penyalahgunaannya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada pelanggan agar tidak kembali menjadi korban.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan Kampung Kecil untuk berhati-hati terhadap modus penipuan ini. Imbauan ini kami sampaikan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pelanggan setia Kampung Kecil,” kata Filip.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk memastikan seluruh informasi reservasi hanya diperoleh melalui kanal resmi yang diumumkan manajemen restoran. Pelanggan juga diimbau untuk tidak melakukan pembayaran biaya booking atau biaya lainnya melalui transfer maupun barcode yang dikirim oleh pihak yang mengatasnamakan restoran.
Manajemen Kampung Kecil menegaskan bahwa pembayaran dilakukan secara langsung melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan restoran.
Dengan adanya peringatan ini, Kampung Kecil berharap masyarakat, khususnya pelanggan di Bengkulu, semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan maupun pelaku usaha lainnya.
Masyarakat yang menemukan indikasi penipuan serupa diimbau untuk segera melakukan konfirmasi kepada pihak Kampung Kecil melalui kanal resmi serta melaporkannya kepada aparat penegak hukum guna mencegah bertambahnya korban.

Facebook comments