Skip to main content
x
Lantunan Shalawat Iringi Pembinaan, Warga Binaan Rutan Bengkulu Asah Seni Hadroh dan Keimanan

Lantunan Shalawat Iringi Pembinaan, Warga Binaan Rutan Bengkulu Asah Seni Hadroh dan Keimanan

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan sebagai upaya membentuk karakter warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah latihan hadroh yang berlangsung di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu pada Sabtu (4/7).

Kegiatan latihan hadroh menjadi bagian dari pembinaan kerohanian Islam yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan sekaligus mengembangkan bakat di bidang seni Islami. Melalui lantunan shalawat yang diiringi tabuhan rebana, warga binaan diajak untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menumbuhkan ketenangan jiwa selama menjalani masa pembinaan.

Latihan diikuti oleh warga binaan yang tergabung dalam kelompok hadroh Rutan Bengkulu dengan pendampingan petugas pembinaan dan pembina kerohanian. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan bimbingan mengenai teknik memainkan alat hadroh, kekompakan dalam mengiringi shalawat, hingga harmonisasi vokal agar penampilan semakin baik.

Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu program penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual menjadi bekal utama bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Latihan hadroh bukan sekadar mengembangkan kemampuan seni religi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini mereka dapat meningkatkan keimanan, membangun sikap disiplin, serta menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri," ujar Tomy Yulianto.

Selain memberikan manfaat dalam aspek keagamaan, kegiatan hadroh juga menjadi media untuk menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kerja sama antarsesama warga binaan. Kekompakan yang dibangun selama latihan diharapkan mampu menciptakan suasana pembinaan yang kondusif sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan Rutan Bengkulu.

Suasana latihan berlangsung dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Lantunan shalawat yang menggema dari Masjid At-Taubah menghadirkan nuansa religius yang memberikan ketenangan bagi para peserta. Antusiasme warga binaan menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan spiritual mereka.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang seimbang antara aspek kepribadian dan kemandirian. Diharapkan, pembinaan kerohanian melalui latihan hadroh mampu membentuk warga binaan yang memiliki akhlak mulia, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Dibaca : 0Klik

Facebook comments