Skip to main content
x
WBP Lapas Bengkulu Ikuti Pelatihan Tempe, Persiapkan Keterampilan untuk Usaha Pasca-Hukuman

Lapas Bengkulu Adakan Pelatihan Pembuatan Tempe untuk Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan

Bengkulu - Sebanyak 7 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Bengkulu mengikuti sesi pelatihan pembuatan tempe. Kegiatan yang diawasi langsung oleh Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bengkulu, Jimmy Andreas ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru bagi para WBP sekaligus mendukung pendayagunaan mereka dalam menciptakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Bengkulu dalam menyukseskan program Akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Jimmy Andreas, selaku pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga untuk memberikan kesempatan mereka belajar berwirausaha.

"Kami berharap setelah pelatihan ini, para WBP bisa memanfaatkan pengetahuan yang didapat untuk menghasilkan produk UMKM yang dapat mendukung kehidupan mereka pasca menjalani masa hukuman," ujar Jimmy.

Pelatihan pembuatan tempe dipilih karena potensi pasarnya yang luas dan mudah dijalankan, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi WBP yang nantinya ingin mencoba merintis usaha setelah bebas.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membekali para WBP dengan keterampilan yang berguna dalam dunia usaha, yang menjadi bagian penting dalam pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Bengkulu.

Program Akselerasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini memang dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan dan meningkatkan kualitas hidup WBP agar mereka dapat lebih mudah beradaptasi dengan masyarakat setelah kembali ke kehidupan normal.

Pelatihan serupa diharapkan dapat terus berlangsung untuk menciptakan peluang dan membuka jalan bagi para WBP menjadi lebih produktif dan mandiri.

Dibaca : 9Klik

Facebook comments