Skip to main content
x
Mahasiswa Fakultas Hukum Unihaz Gelar Aksi Terkait Dugaan Tiket Penerbangan Fiktif

Mahasiswa Fakultas Hukum Unihaz Gelar Aksi Terkait Dugaan Tiket Penerbangan Fiktif

Bengkulu – Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Provinsi Dr. Hazairin, S.H (Unihaz) menggelar aksi spontanitas di depan gedung rektorat kampus pada Rabu (19/2/2025). Aksi ini dipicu oleh dugaan tiket penerbangan fiktif yang menyebabkan mahasiswa terlantar, yang diduga melibatkan CV Lautan Biru Nusantara Group (LBN).

Sekitar 35 mahasiswa turun ke lapangan dengan membawa spanduk bertuliskan "Ada Apa dengan 45 Juta?" dan "Mosi Tidak Percaya Dekan". Mereka meminta pertanggungjawaban dari pihak kampus atas permasalahan ini, khususnya Dekan Fakultas Hukum, Dr. Alauddin, S.H., M.H.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut agar dekan menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tertundanya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (Prakin). Mereka juga meminta agar pihak yang terlibat dalam dugaan tiket fiktif diproses secara hukum, baik secara pidana maupun perdata. Selain itu, mahasiswa mendesak agar Prakin tetap dilaksanakan sesuai dengan destinasi yang telah dijanjikan serta meminta transparansi terkait aliran dana sebesar Rp45 juta yang telah digunakan.

Dekan Fakultas Hukum Unihaz, Dr. Alauddin, S.H., M.H., yang akhirnya menemui para mahasiswa, menjelaskan bahwa Prakin belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu tindak lanjut dari CV LBN. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak Polresta Bengkulu telah menghubunginya dan menyampaikan bahwa agen perjalanan akan bertanggung jawab untuk memberangkatkan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelaksanaan Prakin.

Terkait dana Rp45 juta, dekan menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk oleh-oleh wisata dan akan dibagikan kepada mahasiswa, bukan hanya panitia. Ia juga menambahkan bahwa CV LBN merupakan agen yang dipilih melalui proses seleksi, di mana pemiliknya merupakan alumni Unihaz.

Aksi ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dalam kondisi aman dan terkendali. Polresta Bengkulu melalui Sat Intelkam turut melakukan pengamanan tertutup guna memastikan situasi tetap kondusif.

Dibaca : 6Klik

Facebook comments