Skip to main content
x
Ekonomi
Infografis BPS Provinsi Bengkulu

September 2020, Kota Bengkulu Alami Inflasi 0,08 Persen

Dutawarta.com - Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, pada bulan September 2020, Kota Bengkulu mengalami Inflasi sebesar 0,08 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik  di 90 kota di Indonesia, 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah di Pekanbaru dan Pontianak sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dan terendah terjadi di Bukittinggi, Jember dan Singkawang sebesar  0,01 persen.

Inflasi Kota Bengkulu bulan September 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,60 persen diikuti kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,44 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,37 persen; kelompok transportasi sebesar 0,17 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,33 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang stabil adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Dengan inflasi sebesar 0,08 persen di bulan September 2020 ini, maka besarnya inflasi tahun kalender (laju inflasi) sebesar 0,38 persen, dan inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 0,45 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada September 2020 terjadi inflasi di kota Bengkulu sebesar 0,08 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,72 pada Agustus 2020 menjadi 103,80 pada September 2020. Tingkat inflasi tahun kalender September 2020 sebesar 0,38 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 0,45 persen.

Inflasi bulan ini utamanya disebabkan oleh naiknya harga sepeda, daging ayam ras, kangkung, cabai merah, bawang putih, emas perhiasan, mie, bakso siap santap, daging sapi dan petai. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi dipengaruhi dengan turunnya harga bawang merah, tarif angkutan udara, angkutan antar kota, telur ayam ras, jengkol, kacang panjang, semen, ikan gebur, sabun cair/sabun cuci piring dan susu bubuk.

Dari 24 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan September 2020 ini, 13 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Dengan angka inflasi sebesar 0,08 persen, kota Bengkulu menempati urutan ke 9 di wilayah Sumatera. Inflasi tertinggi di wilayah Sumatera terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan terendah di Pekanbaru sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pinang dan Banda Aceh sebesar 0,32 persen dan terendah di Bukittinggi sebesar 0,01 persen

Pada September 2020 Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, angka ini lebih rendah dibanding kondisi September 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,64 persen dan bulan September 2018 sebesar 0,59 persen. Laju inflasi tahun kalender September 2020  sebesar 0,38 persen lebih rendah dari bulan September 2019 dengan laju inflasi sebesar 3,15 persen dan bulan September 2018 sebesar 2,11 persen. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun pada September 2020 sebesar 0,45 persen lebih rendah dari bulan September 2019 sebesar 3,40 persen dan bulan September 2018 sebesar 2,87 persen.  

Dibaca : 14Klik

Facebook comments