Skip to main content
x
lapas

Lapas Bengkulu Berhasil Mendukung Program Ketahanan Pangan Dengan Panen Terong Sebanyak 50 Kg

Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali meraih keberhasilan dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia. Hari ini, warga binaan dan petugas lapas memanen terong hijau sebanyak kurang lebih 50 kilogram dari kebun yang terletak di area perkebunan lapas, yang dikelola dengan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Panen kali ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan program pertanian di Lapas Kelas IIA Bengkulu, yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan. Selain itu, untuk terus memperkuat ketahanan pangan, hari ini juga dilakukan penanaman sayur kangkung darat di lahan yang sama. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan ketahanan pangan yang mandiri di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam hal ketahanan pangan. “Sebagai lembaga pemasyarakatan, kami tidak hanya fokus pada pembinaan mental dan kepribadian warga binaan, tetapi juga berusaha memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat. Program pertanian seperti ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar bertani dan mengelola sumber daya alam yang ada di sekitar mereka,” ujar Yuniarto.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa hasil panen dari kebun lapas akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian di Lapas Kelas IIA Bengkulu. Ini juga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar dan meningkatkan efisiensi anggaran. Beberapa jenis sayuran, termasuk terong hijau dan kangkung darat, merupakan tanaman yang mudah tumbuh di wilayah Bengkulu dan cukup diminati oleh para warga binaan.

Kegiatan ini telah dimulai sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pangan warga binaan, sekaligus mendorong mereka untuk lebih produktif. Para petugas dan warga binaan bekerja sama dengan penuh semangat dalam merawat tanaman, mulai dari penanaman hingga perawatan rutin, serta memastikan tanaman tumbuh dengan optimal.

Program ketahanan pangan ini juga mencakup pelatihan bertani yang melibatkan pendampingan dari ahli pertanian lokal, sehingga warga binaan tidak hanya mendapat ilmu tentang bercocok tanam tetapi juga pemahaman tentang pengelolaan hasil pertanian yang dapat mereka terapkan di luar penjara.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap program ini dapat terus berkembang, sehingga kedepannya tidak hanya memberi manfaat bagi Lapas, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan ketergantungan impor pangan dan membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Dengan adanya hasil panen yang melimpah dan tanaman yang terus ditanam secara bergiliran, Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen untuk menjaga kelangsungan ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian yang menguntungkan bagi seluruh warga binaan.

Dibaca : 6Klik

Facebook comments