Skip to main content
x
lapas

Program Asta Cita, Lapas Bengkulu Panen Buahan dan Sayuran Hasil Pembinaan Narapidana

Bengkulu  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menggelar acara Panen Raya sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan yang dilaksanakan serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini digelar untuk mendukung program Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, sekaligus memperlihatkan potensi besar yang dimiliki oleh para warga binaan dalam bidang pertanian dan peternakan.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Yuniarto ini memperlihatkan keberhasilan dalam pengelolaan pertanian di dalam lapas. Berbagai komoditas hasil panen yang dipetik antara lain pepaya California, kacang panjang, terong, dan sawi. Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga memberikan keterampilan kepada warga binaan yang nantinya dapat menjadi bekal bagi mereka setelah menjalani masa hukuman.

Tak hanya pertanian, Lapas Kelas IIA Bengkulu juga mengelola sektor peternakan dengan ternak ikan yang tengah dibudidayakan. Meskipun hasil ternak ikan belum cukup memadai untuk dipanen pada hari ini, pihak lapas merencanakan bahwa dalam waktu dekat ikan-ikan tersebut akan siap untuk dipanen. Hal ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi ketahanan pangan di lapas melalui budidaya perikanan yang juga akan dipasarkan ke pasar lokal.

Hasil pertanian yang diproduksi secara mandiri diharapkan dapat membantu mengurangi biaya operasional lapas, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan menyediakan produk pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara itu, panen ikan yang direncanakan akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang akan semakin melengkapi komoditas pangan yang dihasilkan oleh lapas ini, dan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga memberikan keterampilan pertanian dan peternakan kepada warga binaan, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kerja keras dalam mencapai tujuan bersama. Selain itu, hasil panen ini akan dipasarkan, yang diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi warga binaan dalam berwirausaha,” ujar Yuniarto, Kalapas Kelas IIA Bengkulu, dalam sambutannya.

Dengan melibatkan seluruh warga binaan dalam kegiatan ini, panen raya ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja tim, serta meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan pertanian dan peternakan yang dapat bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

Keberhasilan kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa melalui program ketahanan pangan, lapas dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar. Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi lapas lainnya dalam memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya yang ada, demi mendukung ketahanan pangan yang lebih luas.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama dalam konteks pemberdayaan warga binaan, yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga binaan serta memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia dapat terus meningkatkan produksi pangan, mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan di lapas, serta memperkuat ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan.