Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Dorong Ekonomi Mandiri, Warga Binaan Latihan Produksi Sabun Cuci Piring “Rubero”

Bengkulu – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan semangat produktif melalui kegiatan pembinaan kemandirian berupa pembuatan sabun cuci piring dengan merek “Rubero” yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerja berbasis keterampilan dan kewirausahaan yang terus dikembangkan di lingkungan Rutan Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan secara langsung mulai dari proses pengenalan bahan baku, teknik pencampuran, pengadukan, proses formulasi, hingga tahap pengemasan produk sabun “Rubero”. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara sistematis dengan pendampingan petugas pembinaan agar hasil produksi sesuai standar dan aman digunakan.

Kegiatan pembinaan ini dipantau langsung oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi, serta turut dipantau oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Soetopo Berutu. Keduanya memastikan seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, serta sesuai dengan tujuan utama pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan.

Dalam keterangannya, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa produksi sabun “Rubero” tidak hanya menjadi sarana pelatihan teknis, tetapi juga bagian dari upaya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan warga binaan. Menurutnya, keterampilan seperti ini memiliki nilai ekonomis yang dapat menjadi bekal penting setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan memiliki kemampuan nyata yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri. Produk seperti sabun Rubero ini diharapkan menjadi langkah awal mereka untuk belajar berwirausaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Soetopo Berutu, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program pembinaan yang terus berjalan secara konsisten di Rutan Bengkulu. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang produktif dan sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya warga binaan.

Para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan produksi. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun hingga menghasilkan produk siap pakai. Suasana kegiatan berlangsung aktif, tertib, dan penuh semangat belajar.

Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta etos kerja yang baik bagi warga binaan. Dengan adanya kegiatan berbasis UMKM seperti ini, Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Produk sabun “Rubero” diharapkan dapat menjadi salah satu hasil karya unggulan warga binaan yang tidak hanya bermanfaat di lingkungan internal, tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan lebih luas sebagai produk bernilai jual.

Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Bengkulu terus berupaya mencetak warga binaan yang lebih siap, mandiri, dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dibaca : 3Klik

Facebook comments