Skip to main content
x
Pelatihan Resmi Ditutup, Warga Binaan Lapas Bengkulu Miliki Keterampilan Pangkas Rambut dan Refleksi Bersertifikat

Pelatihan Resmi Ditutup, Warga Binaan Lapas Bengkulu Miliki Keterampilan Pangkas Rambut dan Refleksi Bersertifikat

Bengkulu – Lapas Bengkulu menggelar acara penutupan pelatihan pembinaan kemandirian pangkas rambut dan pijat refleksi. Kegiatan yang telah berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 21 November hingga 3 Desember 2024 ini bertujuan untuk mendukung program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam meningkatkan kompetensi warga binaan agar siap menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selasa (03/12/2024).


Acara penutupan dihadiri oleh Plh Kalapas Bengkulu, Hendri Gunawan, bersama pejabat struktural dan ASN Lapas Bengkulu. Selain itu, hadir pula Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial, Hetty Hartaty serta warga binaan yang menjadi peserta pelatihan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk memiliki keterampilan yang berguna, seperti pangkas rambut dan pijat refleksi, yang dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan setelah menjalani masa pembinaan di lapas. Hendri Gunawan dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan untuk membuka peluang usaha dan membangun kemandirian di masyarakat.


"Pelatihan ini adalah bagian dari upaya kami untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat menunjang kehidupan mereka. Kami berharap para peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari," ujar Hendri Gunawan.

Sementara itu, Hetty Hartaty menambahkan bahwa yayasan yang dipimpinnya akan terus berkomitmen untuk mendukung program-program pembinaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup para warga binaan.

"Kami percaya, dengan keterampilan yang mereka miliki, warga binaan akan lebih mudah untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik," tambah Hetty.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang penting, mengingat keterampilan praktis seperti pangkas rambut dan pijat refleksi memiliki potensi pasar yang besar di luar sana. Para peserta berharap, dengan bekal keterampilan ini, mereka dapat memiliki peluang untuk membuka usaha mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas.


Pelatihan ini secara resmi ditutup oleh Plh Kalapas Bengkulu, Bapak Hendri Gunawan, yang menandai penutupan dengan pelepasan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan. Acara penutupan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara semua pihak yang terlibat.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Lapas Bengkulu berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial para warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik dan produktif.

Dibaca : 5Klik

Facebook comments