Skip to main content
x
Pembinaan Lapas Bengkulu

Siap Bersaing, Kualitas Furniture Hasil Karya Warga Binaan Lapas Bengkulu Perlu Diacungkan Jempol

Bengkulu - Lapas Bengkulu terus meningkatkan pembinaan bagi warga binaan yang ada. Dengan modal kayu furniture HPL Ini warga binaan dapat memproduksi puluhan meja dengan kualitas terbaik, yang tidak kalah saing dengan meja yang dijual Supermarket atau Mall.

Pembinaan warga binaan di bidang furniture meubelair ini salah satu pembinaan keterampilan bagi warga binaan yang dapat menghasilkan uang jutaan rupiah.

Dijelaskan salah satu warga binaan bernama Rudi dalam pengerjaan meja estetik berkualitas ini hanya memakan waktu dalam seminggu. 

"Saya sendiri yang membuat butuh waktu seminggu. Memang untuk bahannya dari kayu HPL, untuk kualitasnya tahan dipakai," katanya.

Dikatakan Rudi pihak Lapas Bengkulu terus memberikan support keterampilan kerajinan furniture ini baik dari peralatan hingga modal dalam pembuatan furniture ini.

"Kami terus diberikan fasilitas dan support dari Lapas Bengkulu, baik juga dari modal pembuatan meja ini," katanya.

Terpisah, Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Bengkulu Teguh Wibowo tujuan dari Sistem Pemasyarakatan adalah membina warga binaan agar supaya sadar akan perbuatannya, Memperbaiki diri agar kelak ketika selesai menjalani masa pidana, dapat berguna di dalam masyarakat. Kegiatan pembinaan kemandirian adalah salah satu jalan untuk mewujudkan Tujuan dari sistem pemasyarakatan tersebut.

Oleh karena itu, Pembinaan Kemandirian melalui kegiatan pertukangan kayu yaitu pembuatan meja dan kursi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu menjadi hal yang sangat penting untuk di lakukan.

"Ini membuktikan bahwa pembinaan keterampilan warga binaan di lapas bengkulu sangat produktif. Kita juga mendorong agar lapas bengkulu membuat e katalog sehingga dapat dipasarkan secara online. Harganya juga dibawah pasaran, tetapi kualitas tetap terjaga," ujarnya.

Kepala Pengamanan Lapas Bengkulu Yulian Fernando menambahkan, saat ini sudah ada empat meja yang telah dikerjakan oleh warga binaan. Rencananya meja berkualitas ini akan dijual dari harga Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, penghasilan ini nantinya akan dapat memenuhi PNBP di Lapas Bengkulu. Kedepan nanti, meja tersebut akan dipasarkan ke masyarakat luar. Selain itu, warga binaan yang mengerjakan sudah mendapatkan sertifikat resmi dari Balai Pelatihan Kerja.

"Diharapkan dengan pelatihan-pelatihan yang diterima dan diikuti selama di dalam Lapas bisa menjadi bekal mereka (WBP) agar saat bebas nanti tidak lagi melakukan tindakan yang melanggar hukum dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik," tutup Yulian.

Dibaca : 6Klik

Facebook comments