Skip to main content
x
Sidang Tpp Di Rutan Manna Kembali Gelar Evaluasi Pembinaan Wbp Dan Bahas Pengangkatan Tamping

Sidang Tpp Di Rutan Manna Kembali Gelar Evaluasi Pembinaan Wbp Dan Bahas Pengangkatan Tamping

MANNA – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan pada Rabu, 15 September 2026. Sidang yang berlangsung di Graha Serbaguna Rutan Manna mulai pukul 09.00 WIB ini menjadi forum evaluasi pembinaan sekaligus penentuan langkah lanjutan bagi WBP.

Sidang dipimpin langsung oleh jajaran struktural Rutan Manna. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubsi Pelayanan Tahanan Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P, Kasubsi Pengelolaan Yosa Efriyanto, S.M, Kepala Kesatuan Pengamanan Hastomo Arbi, S.E, perwakilan Pos Bapas Gunturman, serta perwakilan Kantor Wilayah Ditjenpas Bengkulu yang mengikuti secara virtual. Turut hadir staf Rutan, WBP yang disidangkan, dan keluarga WBP.

Dalam sidang dibahas tiga agenda utama. Pertama, perkembangan pembinaan, sikap, perilaku, dan ketaatan WBP selama menjalani masa pembinaan di Rutan Manna. Kedua, usulan program integrasi bagi WBP yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Ketiga, pembahasan usulan pengangkatan WBP sebagai tamping dengan mempertimbangkan rekam jejak kelakuan baik dan keaktifan dalam kegiatan pembinaan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Manna, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P, menegaskan sidang TPP menjadi tolak ukur objektivitas pembinaan. "Sidang TPP ini kita laksanakan untuk menilai secara komprehensif perkembangan WBP. Kami melihat dari aspek perilaku, ketaatan, dan partisipasi dalam kegiatan pembinaan. Tujuannya agar usulan integrasi maupun pengangkatan tamping benar-benar diberikan kepada WBP yang layak dan siap kembali ke masyarakat," jelasnya.

Perwakilan Pos Bapas, Gunturman, juga menyampaikan pandangannya. "Dari sisi Bapas, kami melihat kesiapan WBP tidak hanya dari berkas, tetapi juga dari komitmen mereka untuk berubah. Sesi tanya jawab tadi penting untuk memastikan keluarga juga siap mendukung WBP saat menjalani program integrasi nanti," ungkapnya.

Menariknya, sidang juga diisi sesi tanya jawab terbuka antara Tim Pengamat Pemasyarakatan dengan WBP dan keluarga. Sesi ini menjadi ruang dialog untuk menggali komitmen WBP dalam menjalani pembinaan serta rencana kegiatan setelah nanti mengikuti program integrasi.

Hasil sidang nantinya akan menjadi bahan rekomendasi kepada pimpinan untuk penetapan program pembinaan lanjutan, integrasi, dan pengangkatan tamping. 

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si, turut memberikan arahan. “Kami berkomitmen menjalankan pembinaan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Melalui sidang TPP ini, kami ingin memastikan pembinaan di rutan tidak berhenti di tembok, tetapi menjadi jembatan bagi WBP untuk kembali dan berkontribusi positif di masyarakat,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Rutan Manna akan segera mendokumentasikan hasil sidang dan berkoordinasi dengan Pos Bapas serta Kanwil Ditjenpas Bengkulu. Proses pengangkatan tamping juga akan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan pembinaan.

Dibaca : 1Klik

Facebook comments