Usai 13 Hari Dirawat di RSUD Selebesolu, Pasien Luka Tembak Dirujuk ke Manado
SORONG — RSUD Selebesolu Kota Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan darurat setelah berhasil menyelamatkan pasien luka tembak, Maikel Welerubun. Usai menjalani perawatan intensif selama 13 hari, Maikel akhirnya dirujuk ke RS Prof. Kandouw Manado, Minggu (7/9/2025), untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Direktur RSUD Selebesolu, drg. Susi P. Djitmau, mengungkapkan bahwa saat pertama kali tiba, kondisi Maikel sangat kritis. Ia langsung menjalani operasi besar selama lima jam yang dipimpin oleh dr. Melfrits Siwabesi, Sp.B, dan berhasil melewati masa kritis tersebut.
“Puji Tuhan, pasien selamat. Kini kondisinya cukup stabil untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap,” jelas drg. Susi.
Selama menjalani perawatan di Sorong, seluruh biaya ditanggung melalui APBD Kota Sorong karena kasus ini tidak tercakup BPJS Kesehatan. Sementara itu, biaya rujukan ditanggung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, bersama Wali Kota Sorong, Septinus Lobat.
Proses pemberangkatan Maikel turut dihadiri Wali Kota Sorong dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga. “Kehadiran pemerintah sangat penting agar keluarga merasa tidak sendiri menghadapi situasi sulit seperti ini,” tambah drg. Susi.
Selama perjalanan, pasien didampingi tim medis lengkap yang terdiri dari dokter bedah, perawat ICU, penata anestesi, serta kedua orang tuanya.
Terkait benda asing yang ditemukan dalam tubuh pasien saat operasi, pihak rumah sakit telah menyerahkannya kepada kepolisian pada Kamis (4/9/2025) untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami. Kami berharap Maikel segera pulih setelah mendapatkan perawatan lanjutan,” tutur drg. Susi.
Facebook comments