Berantas Narkoba, Upaya Warga Binaan Lapas Bengkulu Komitmen Ikuti Program Rehabilitas
Bengkulu - Lapas Kelas IIA Bengkulu melanjutkan komitmennya dalam mendukung rehabilitasi warga binaan dengan melaksanakan program kerjasama bersama Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi (KIPAS). Program ini telah berlangsung sejak Juni 2024 dan bertujuan untuk membantu warga binaan residen rehabilitasi narkotika dalam proses pemulihan mereka.
Sebagai bagian dari program ini, warga binaan diminta untuk mengisi kuesioner yang mencakup dua instrumen penting: URICA (University of Rhode Island Change Assessment) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Kuesioner tersebut terdiri dari 32 pernyataan, di mana setiap pernyataan memberikan lima kemungkinan respons untuk memilih.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur motivasi perubahan dan kualitas hidup warga binaan, tetapi juga untuk menggali informasi yang lebih mendalam mengenai kebutuhan mereka selama proses rehabilitasi. Pengisian kuesioner ini berlangsung dengan penuh antusias, di mana warga binaan memiliki kesempatan untuk merefleksikan keadaan mereka dan menyampaikan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Hasil dari kuesioner ini akan dianalisis untuk membantu pihak Lapas dan Yayasan KIPAS dalam merancang program rehabilitasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan proses rehabilitasi dapat berjalan lebih optimal, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik dan kesehatan mental yang lebih stabil.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam upaya meningkatkan kualitas rehabilitasi dan kesehatan mental warga binaan, serta membantu mereka menjalani hidup yang lebih produktif setelah menjalani hukuman.

Facebook comments