Sukses Budidaya Perikanan, Warga Binaan Lapas Perempuan Bengkulu Panen 50 Kg Lele
Bengkulu - Dalam semangat mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta implementasi 13 Program Akselerasi yang diinisiasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu melaksanakan panen ikan lele di kolam budidaya Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (25/9).
Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kasi Binadik dan Giatja, Melina Sandriyanti, bersama jajaran pejabat manajerial, pegawai, serta turut melibatkan warga binaan. Berdasarkan arahan Kalapas Perempuan Bengkulu, Suci Winarsih, kegiatan ini menjadi bagian nyata dari pembinaan kemandirian di bidang perikanan, sekaligus sarana produktif bagi warga binaan.
Pada panen kali ini, sebanyak 50 kilogram ikan lele berhasil dipanen. Hasil panen ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan program budidaya perikanan di SAE, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, bernilai ekonomis, serta mendukung ketahanan pangan.
Melina Sandriyanti menegaskan, kegiatan panen lele ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang selaras dengan program nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang kelak bisa menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Selain memberikan pengalaman langsung dalam budidaya perikanan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Harapannya, program ini mampu memperkuat mental, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga binaan.
Dengan adanya kegiatan produktif seperti panen lele di SAE, Lapas Perempuan Bengkulu berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung visi besar pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali ke tengah masyarakat.
Facebook comments