Skip to main content
x
Kakanwil memimpin penghormatan kepada para pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan prosesi tabur bunga di pusara pahlawan

Sambut Waisak 2570 BE, Kanwil Kemenag Bengkulu Dorong Umat Buddha Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial

BENGKULU  — Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Bengkulu menggelar upacara penghormatan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Balai Buntar, Kota Bengkulu, Minggu (10/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda di Bumi Merah Putih, dengan mengusung semangat nasionalisme, persatuan, dan penguatan loyalitas umat Buddha terhadap bangsa dan negara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., bertindak langsung sebagai pembina upacara. Didampingi Pembimas Buddha Warlan, S.E., M.Pd., Ketua Permabudhi Provinsi Bengkulu Tuti Khusnedi, serta para peserta, Kakanwil memimpin penghormatan kepada para pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan prosesi tabur bunga di pusara pahlawan.

Dalam sambutannya, Saefudin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi spiritual dan kebangsaan bagi umat Buddha.

“Perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam membangun karakter umat yang disiplin, profesional, serta memiliki loyalitas tinggi kepada bangsa dan negara. Umat Buddha memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kerukunan dan persatuan Indonesia,” ujar Saefudin.

Ia juga mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat nilai toleransi, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi sosial di tengah masyarakat.

“Waisak harus menjadi sumber kekuatan spiritual yang menghadirkan kedamaian, memperkokoh persatuan, dan memperluas semangat cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Warlan, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Waisak tahun ini tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, bakti sosial, dan pelayanan kemanusiaan.

“Kami ingin Waisak menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus aksi nyata sosial kemasyarakatan yang mencerminkan ajaran Buddha tentang cinta kasih, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap kehidupan,” jelas Warlan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu berharap umat Buddha dapat terus berperan aktif dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan nasional, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dibaca : 1Klik

Facebook comments