Tingkatkan Standar Keselamatan, Rutan Bengkulu Susun Alur Evakuasi dan Titik Kumpul Darurat
Bengkulu - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas keselamatan dan kesiapsiagaan keadaan darurat dengan melaksanakan pemasangan tanda jalur evakuasi beserta penyusunan alur evakuasi di seluruh area pelayanan dan blok hunian. Kegiatan ini merupakan bagian dari rancangan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS yang diinisiasi oleh CPNS atas nama Ganta Rahmat Hidayat, Senin (25/5).
Pemasangan tanda jalur evakuasi ini dilakukan sebagai upaya preventif dalam mengantisipasi potensi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi, maupun gangguan keamanan lainnya yang membutuhkan proses evakuasi cepat dan terarah. Tanda-tanda jalur evakuasi dipasang pada titik-titik strategis yang mudah terlihat oleh petugas maupun warga binaan, seperti koridor utama, area blok hunian, ruang layanan kunjungan, klinik, serta area kantor.
Selain pemasangan rambu, kegiatan ini juga mencakup penyusunan alur evakuasi yang lebih sistematis dan terstruktur. Alur evakuasi disosialisasikan kepada seluruh petugas agar memiliki pemahaman yang sama terkait rute tercepat menuju titik kumpul aman (assembly point). Dengan adanya alur yang jelas, diharapkan proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan meminimalisir risiko kepanikan saat keadaan darurat terjadi.
Ganta Rahmat Hidayat dalam rancangan aktualisasinya menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap keselamatan lingkungan kerja dan hunian. Menurutnya, keberadaan tanda jalur evakuasi bukan hanya sebagai pelengkap fasilitas, tetapi menjadi bagian penting dari sistem mitigasi risiko yang harus dipahami dan dipatuhi oleh seluruh elemen di dalam rutan.
Plh Karutan Bengkulu, Irman Jaya memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan standar keselamatan dan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Beliau juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat melalui pelatihan, simulasi, dan pembenahan sarana prasarana.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu semakin siap dalam menghadapi situasi darurat serta mampu memberikan rasa aman bagi petugas maupun warga binaan. Implementasi jalur evakuasi yang jelas dan terarah ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tanggap, sigap, dan berstandar keselamatan tinggi.
Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi berkala agar seluruh pihak benar-benar memahami prosedur yang telah disusun, sehingga kesiapsiagaan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Facebook comments